Marketing Communication – Pariwisata dan Korporasi di Indonesia (ISBN 978-602-18666-2-7)

 

Promosi Destinasi Wisata melalui Tourism Cultural Events
Komunikasi Pemasaran untuk mendukung Identitas Kawasan Wisata

Oleh: Yokhanan Kristiono – Staf Pengajar pada Sekolah Tinggi Jurnalistik Stikosa-AWS

 

Negara Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia (the largest archipelago) dengan luas negara 1.919.440 km2 dan memiliki 17.508 pulau. Indonesia juga merupakan negara terluas ke 15 di dunia, menduduki peringkat ke empat dunia dalam jumlah penduduk -yaitu sebanyak 237 juta jiwa. Destinasi pariwisata yang begitu banyak jumlah dan ragamnya merupakan keunggulan tersendiri, dan sangat berpotensi dalam perkembangan perekonomian bangsa, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Pada tahun 2011, menurut World Economic Forum (WEF), Indonesia menduduki peringkat 74 pariwisata dunia di antara 139 negara dalam hal jumlah pengunjung/turis. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mencatat angka kunjungan 7,6 juta wisatawan manca negara, yang mendatangkan devisa kurang lebih 8,5 miliar dollar AS pada tahun 2011. Tahun 2012, angka kunjungan wisatawan manca negara ke Indonesia meningkat menjadi lebih dari 8 juta (dari data statistik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, tanggal 2 Januari 2013).

Apakah itu menjadi prestasi yang membanggakan bangsa kita? Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia masih kalah dengan Malaysia yang menduduki peringkat ke 32, Thailand peringkat ke 42 dan Singapura peringkat ke 16. Singapura, yang luas negaranya lebih kecil daripada luas propinsi Jawa Timur dan penduduknya lebih sedikit dibandingkan jumlah penduduk di Surabaya, mampu menduduki peringkat ke16 pariwasata dunia. Untuk kawasan Asia Pasifik, Indonesia jauh tertinggal dibandingkan Hongkong, Macau, Korea Selatan dan Jepang. Data di United Nation World Toursim Organisation (UNWTO) menyebutkan lebih dari 1 milyar orang bepergian antar negara tiap tahunnya, 200 juta di antaranya ke kawasan Asia Pasifik. Cukup memprihatinkan, dari angka tersebut hanya 4% saja yang berkunjung ke Indonesia.

Industri pariwisata merupakan industri ekonomi kreatif yang sangat menjanjikan dalam upaya meningkatkan devisa negara. Dengan memiliki destinasi wisata yang unik dan banyak ragamnya, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Menjadi tugas bagi Industri Pariwisata di Indonesia untuk mengembangkan potensi tersebut. Banyak tempat wisata di Indonesia sebenarnya punya ikatan kuat dengan kegiatan-kegiatan ritual daerah setempat, seperti Yogyakarta dengan upacara Sekaten sebagai acara peringatan ulang tahun Nabi Muhammad S.A.W, Upacara Kasada di Bromo yang bernuansa Hindu, Upacara Ngaben yang menggambarkan tradisi membakar mayat di Bali, dan masih banyak lagi lainnya.  Dengan konsep komunikasi pemasaran yang tepat, Industri Pariwisata di Indonesia tidak akan kekurangan bahan untuk mengemas promosi destinasi wisata yang berkaitan dengan kegiatan ritual atau budaya (Tourism Cultural Events).

Studi ini ingin mencoba memberikan gambaran bagaimana Industri Pariwisata Indonesia dalam mempromosikan tujuan wisata dan meningkat perekonomian kreatif di Indonesia, mengingat bahwa pada tahun 2013 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia menetap bahwa Indonesia merupakan Destinasi Wisata Dunia.

 

Kata Kunci:

komunikasi pemasaran, industri pariwisata, ekonomi kreatif, tourism cultural events.