Lowongan Kerja Staf DMPR
Kualifikasi:
- Laki-laki / Perempuan
- Usia maksimal 30 tahun
- Min. S1 Ilmu Komunikasi
- Dapat bekerja dalam tim
- Berpenampilan menarik
- Bertanggung jawab dan jujur
- Mampu berkomunikasi dengan baik
- Memiliki pengalaman dan penguasaan dalam hal marketing
Benefit:
- Gaji
- Tunjangan
- Insentif
- Pesangon
Komunikasi Politik Jelang Pemilu 2024, Pakar: Muncul Tren Penguatan Digital Marketing Communication
Surabaya – Sejumlah data menunjukkan, jika penggunaan digital marketing communication di kalangan politisi Indonesia semakin menguat dari waktu ke waktu.
Semisal, penelitian dari The University of Michigan yang diterbitkan pada tahun 2021, menunjukkan bahwa politisi Indonesia semakin mengandalkan media sosial untuk berkomunikasi dengan pemilih.
Penelitian tersebut menemukan bahwa politisi Indonesia menggunakan media sosial untuk mempromosikan agenda mereka, membangun hubungan dengan pemilih, dan mengumpulkan data pemilih.
“Lalu penelitian dari Lembaga Survei Indonesia yang diterbitkan pada tahun 2022 menunjukkan bahwa media sosial menjadi platform yang paling penting bagi politisi Indonesia untuk berkomunikasi dengan pemilih,” ujar Dr. Jokhanan Kristiyono,ST.,M.Med.Kom., Dosen Marketing Communication Stikosa-AWS (Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya).
Penelitian tersebut, kata Jokhanan yang juga Ketua Stikosa-AWS, menemukan fakta bahwa 90 persen politisi Indonesia menggunakan media sosial untuk kampanye, dan 85 persen pemilih Indonesia menggunakan media sosial untuk mencari informasi tentang politisi.
Sementara data dari Media Monitoring Asia menunjukkan bahwa penggunaan digital marketing communication oleh politisi Indonesia meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Data tersebut menunjukkan bahwa pada tahun 2019, politisi Indonesia hanya menghasilkan 10 juta interaksi di media sosial. Namun, pada tahun 2024, angka tersebut meningkat menjadi 100 juta interaksi.
“Data-data tersebut menunjukkan bahwa digital marketing communication telah menjadi bagian penting dari strategi komunikasi politik di Indonesia. Dengan memanfaatkan digital marketing communication secara efektif, politisi Indonesia dapat meningkatkan peluang mereka untuk memenangkan pemilu,” jelas Jokhanan lagi.
Selain sumber-sumber tersebut, masih banyak sumber lain yang menguatkan fakta penggunaan digital marketing communication di kalangan politisi Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa digital marketing communication telah menjadi tren yang semakin populer di kalangan politisi Indonesia.
Dijelaskan Jokhanan, fakta ini menguatkan persepsi bahwa penggunaan digital marketing communications saat ini telah mengubah cara orang mengonsumsi informasi dan berinteraksi dengan merek.
“Hal ini menuntut para pemasar untuk menyesuaikan strategi mereka agar dapat menjangkau dan melibatkan audiens yang semakin sadar akan teknologi,” tegasnya.
Ia pun kemudian menunjukkan beberapa contoh pengaruh teknologi digital terhadap strategi pemasaran.
“Pertama, peningkatan penggunaan media sosial. Media sosial telah menjadi platform yang penting bagi pemasar untuk membangun hubungan dengan audiens mereka. Melalui media sosial, pemasar dapat membagikan konten yang relevan dan menarik, serta berinteraksi secara langsung dengan konsumen,” jelasnya.
Kedua, lanjut dia, munculnya pemasaran konten. Pemasaran konten adalah strategi pemasaran yang berfokus pada penciptaan dan distribusi konten yang bernilai bagi audiens.
“Konten yang berkualitas dapat membantu pemasar membangun kepercayaan dan kredibilitas dengan audiens mereka,” kata Jokhanan.
Ketiga, peningkatan penggunaan pemasaran seluler. Pemasaran seluler adalah strategi pemasaran yang dirancang untuk menjangkau audiens melalui perangkat seluler. Dengan semakin banyaknya orang yang menggunakan perangkat seluler, pemasar perlu menyesuaikan strategi mereka agar dapat menjangkau audiens ini.
“Selain itu, isu-isu lain yang juga relevan dengan digital marketing communications saat ini antara lain perkembangan artificial intelligence atau AI, kesadaran akan privasi dan keamanan data, dan kebutuhan akan pemasaran yang berkelanjutan,” paparnya.
Isu-isu yang ada ini akan terus berkembang dan menuntut para pemasar untuk terus belajar dan beradaptasi.
Secara teknis, dalam konteks Pemilu 2024, isu-isu tersebut dapat menjadi peluang bagi para calon untuk menjangkau dan melibatkan pemilih.
“Misalnya pengaruh teknologi digital terhadap strategi kampanye. Para calon dapat menggunakan media sosial untuk membangun hubungan dengan pemilih, membagikan konten yang relevan dan menarik, serta berinteraksi secara langsung dengan pemilih,” jelas Jokhanan.
Pemilih usia muda 17 – 40 tahun, menjadi sasaran perebutan kontestasi politik. Di era transformasi digital ini, pemilih usia tersebut kecenderungan aktivitasnya tidak lepas dari gawai, internet dan media sosial.
Februari 2023 kemarin, laman tempo.co mengunggah berita tentang Pemilu, dengan judul KPU (Komisi Pemilihan Umum) Sebut 60 persen Pemilih Indonesia di Pemilu 2024 Didominasi Kelompok Muda.
Di berita itu August Mellaz anggota KPU mengatakan, ”Berdasarkan data DP4 (Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu) dari pemerintah proporsi pemilih 2024 yang 14 februari nanti mencapai usia 17-39 tahun itu 55 sampai 60 persen”.
Secara teoretis, pemilih berasal dari Gen Y dan Z sebagai generasi Milenial. Politisi menangkap momentum tersebut dengan membidik strategi pemasaran kampanye politik melalui media – media digital.
Maraknya pemasaran konten, juga membuat para calon dapat membuat pesan yang berkualitas untuk membangun kepercayaan dan kredibilitas dengan pemilih. Konten tersebut dapat berupa video, artikel, atau podcast.
“Dan sekali lagi, peningkatan penggunaan pemasaran seluler membuat para politisi dapat menyesuaikan strategi kampanye mereka agar dapat menjangkau pemilih yang menggunakan perangkat seluler. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat kampanye yang dapat diakses melalui perangkat seluler,” tandasnya.
Karena perlu diingat, digital marketing communications sejatinya sangat relevan dengan gaya hidup berinternet masyarakat Indonesia. Data We Are Social, 81,8 persen dari populasi Indonesia berusia 16 tahun ke atas menggunakan internet.
“Hal ini menunjukkan bahwa internet telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Indonesia,” tutup Jokhanan. **dmpr
Workshop Menulis dan Memotret di Media Sosial di Stikosa-AWS : Menggali Ide Konten Kreatif dan Bermakna
Surabaya – Menulis atau membuat konten menarik dan viral secara postif di media digital, bukanlah hal yang mudah.
Diperlukan proses kreatif dan inovatif, untuk dituangkan dalam karya konten di media digital.
Hal ini juga diutarakan oleh Dr. Jokhanan Kristiyono,ST.,M.Med.Kom Ketua Stikosa-AWS, dalam sambutan pembukaan Workshop Menulis dan Memotret di Media Digital, di ruang Multi Media kampus Stikosa-AWS, Senin (11/9/3023).
“Kegiatan workshop menulis dan memotret di media digital ini merupakan pembangunan sumber daya manusia (sdm) yang kreatif untuk menjadi unggul, adaptif dan inovatif sesuai dengan visi misi Stikosa-AWS,” ujar Jokhanan Kristiyono.
Kegiatan workshop tersebut, merupakan serangkaian awal kegiatan Dies Natalis Stikosa-AWS ke- 59 tahun, kerja bareng Civitas akademika dan IKA Stikosa-AWS, dengan Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF).
Membuat konten tulisan dan foto di media digital, perlu dibekali dengan teknik dan rambu – rambu, yang didapatkan dari pendidikan keilmuan dan pelatihan (workshop).
Agar produk konten yang diunggahnya menarik dan menjadi viral, serta dapat membawa kebaikan, dan dapat pula mendatangkan pidana melanggar regulasi yang diatur dalam media digital.
Ini disampaikan oleh Jauhari Sani, Direktur YDSF, dalam sambutannya di pembukaan Workshop Menulis dan Memotret di Media Digital.
“Memproduksi karya konten di media untuk menjadi menarik dan viral jangan sampai kita tiba – tiba berurusan dengan hukum. Jangan sampai gara – gara memposting sesuatu yang viral seperti yang dilakukan istri polisi, berdampak jabatan suaminya dicopot,” ujar Jauhari.
Hal tersebut, senada dengan Hendro Dwijo Laksono salah satu pemateri workshop, kesehariannya jurnalis senior sebuah media online, yang juga alumni Stikosa-AWS.
Untuk menghasilkan penulisan karya konten, diperlukan semangat proses kreatif untuk menghasilkan ide.
Hendro mengatakan, “Proses kreatif merupakan sebuah keharusan dan keniscayaan dalam menulis konten media digital”.
Proses kreatif, dapat membantu membuat media digital (media online, platform media sosial, dsb) lebih menarik, informatif, dan efektif, mendapat perhatian dan berkesan bagi pembaca.
“Penulisan kreatif, tetap bergantung pada media dan platform digital yang kita gunakan. Karena masing – masing itu memiliki karakteristik, gaya dan teknik penulisan yang berbeda. Dengan siapa audiens dan tujuan kaya tulis yang kita sampaikan,” tambahnya.
Algoritma, memang perlu dipahami dalam kreatifitas penulisan media digital.
Karena dapat membantu penulis kreatif, untuk terpacu menghasilkan konten yang menarik, dan relevan dengan target audiensnya.
Algoritma untuk meningkatkan konten yang dibuatnya sesuai dengan tema dan topik yang sedang atau menjadi tren, muncul di hasil pencarian atau di halaman beranda media sosial.
Karya tulis kreatif di media digital, akan lebih baik dilengkapi dengan karya foto atau gambar (visual) yang saling melengkapinya.
Untuk dapat melengkapi dan menghasilkan karya foto menarik pula, dalam workshop tersebut peserta dibekali dengan gagasan/ ide nila foto, yang mengandung human interest atau menjadi pusat perhatian orang.
Ini disampaikan Mamuk Ismuntoro, praktisi fotografer Matanesia, yang juga alumni Stikosa-AWS, sebagai pemateri workshop foto di media digital.
Materi dengan judul Bermakna Dahulu, Indah Kemudian, Mamuk menuturkan foto dalam media digital, khususnya media sosial, lebih banyak disukai peristiwa atau konten yang bermakna dan mempunyai kekuatan perhatian masyarakat.
Yaitu yang bersentuhan langsung dengan aktivitas kehidupan masyarakat pengguna media sosial. Disertai dengan narasi caption teks foto yang bagus dan menarik saling berkaitan.
“Sebagus apapun karya anda, kalau tidak related dengan pembacanya, tidak akan berarti apa – apa. Akan tetapi karya tulis konten dilengkapi dengan karya foto dengan teknik yang related dengan pembaca, sudah pasti viral,” ungkap Mamuk.
Workshop Menulis dan Memotret di Media Digital ini berlangsung selam 2 hari hingga Selasa (12/9/2023), diikuti 50 peserta datang dari mahasiswa, organisasi dan kelompok pegiat media sosial, yang sengaja dibatasi oleh panitia, agar lebih efektif dalam mencerna materi dan langsung mempraktikkannya. **dmpr
Ragam Karya Kreatif di Malam Inagurasi PKKMB Stikosa-AWS
SURABAYA.- Beragam karya kreatif ditampilkan oleh para mahasiswa baru yang mengikuti PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru) di Stikosa-AWS, yang berlangsung Minggu malam (10/9/2023).
Salah satu karya kreatif yang ditampilkan berbentuk drama ditampilkan dalam malam inagurasi di halaman kampus, Minggu malam. Drama ini ditampilkan salah satu regu mahasiswa baru, bertema anti kekerasan seksual. Sedangkan ide cerita bersumber dari pembekalan materi yang disampaikan oleh Ajeng Harlika Puspitasari, M.Psi sehari sebelumnya dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Prov. Jatim.
Menurut Kepala Badan Administrasi Akademik & Kemahasiswaan, Rista Oktarina, M.I.Kom, Anti Kekerasan Seksual memang menjadi tema besar kegiatan PKKMB di tahun akademik 2023/2024 ini, sehingga keseluruhan pembekalan materi dan tugas karya mahasiswa baru diarahkan sesuai tema.
Selain unjuk kreatifitas di panggung malam inagurasi, para mahasiswa baru juga mendapat tugas membuat tulisan essay dan karya digital berupa iklan layanan masyarakat maupun film pendek. Bahan referensinya dari paparan narasumber yang memberikan pembekalan materi, baik dari DP3AK dan dosen Stikosa-AWS. Machmud Suhermono, Wakil Ketua PWI Jatim dan anggota Komite Komunikasi Digital Jawa Timur juga memberikan materi tentang literasi digital dan bela negara.
Menurut Ketua pelaksana PKKMB dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Hanan Salsabila, unjuk karya dan penugasan karya para mahasiswa baru tersebut dikemas untuk membiasakan mahasiswa ber-kreasi dan berani unjuk karya di Stikosa-AWS yang dikenal sebagai kampus media ini. Sebab pelaksanaan pembelajaran di Stikosa-AWS memang lebih dominan praktek, baik peminatan Digital Broadcasting & Jurnalistik maupun peminatan Public Relation.
Selain karya mahasiswa baru yang tampil di malam inagurasi tersebut, para mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa juga ikut meramaikan acara dengan berbagai kreasi seninya, antara lain UKM Teater Lingkar, Surabaya Muda, Acta Surya (pers mahasiswa) dan Prapala (UKM pecinta alam).***