Berita
Sapto Anggoro Komisioner Dewan Pers yang Konsisten Menjaga Marwah Jurnalisme Indonesia
Nama Sapto Anggoro, sudah tidak asing lagi di kalangan insan dan Media Pers. Saat ini Ia sebagai salah satu dari 9 komisioner Dewan Pers. Sapto, sapaan akrabnya, dikenal sosok yang punya nilai idealisme tinggi, terlebih soal Pers dan wartawan. Apalagi ia dibesarkan sebagai insan jurnalis. Mungkin tidak banyak orang mengetahui, kalau Sapto pernah menimba ilmu jurnalistik sampai lulus di Stikosa AWS (Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya) dikenal sebagai kampus komunikasi tertua di Indonesia Timur. Sepak terjangnya dalam merintis karir jurnalistik sampai menjadi anggota Dewan Pers (mewakili tokoh masyarakat) dan dijuluki legenda hidup dunia digital Indonesia ini patut disimak. Ia bernama lengkap Atmaji Sapto Anggoro, ia lahir di Jombang, 4 Oktober 1966. Lulus dari SMAN 1 Jombang, meneruskan pendidikan di Stikosa-AWS pada tahun 1985, sampai memperoleh gelar Sarjana. Sambil kuliah, ia bekerja di studio foto bernama Dunia Foto Jl. Jagalan Surabaya, sebagai tukang cuci cetak foto BW (hitam putih). “Saya ingat nama alatnya enlarger atau vergroter dalam bahasa Belanda, dibaca verkrot” ujarnya mengenang. Ia mengawali karir jurnalistiknya di Harian Sore “Surabaya Post” sebagai wartawan olahraga. Ketrampilan mencetak foto BW ini akhirnya banyak membantunya. “Saat di Jl Sikatan, saya sering masuk kamar gelap, nyuci cetak foto sendiri. Gratis. Jadi honornya full,” kenang Sapto. Di era 80-an, setiap wartawan mengirimkan naskah berita ke redaktur surat kabar disertai 2-3 lembar foto hitam-putih yang dicetak di studio foto di luar kantor redaksi, dengan biaya sendiri. Setelah dimuat, pihak redaksi akan memberikan honor pemuatan untuk tulisan dan foto. Masing-masing surat kabar sudah mempunyai standart honor. Waktu itu, sebagai surat kabar terbesar di Jawa Timur, standar honorarium koran sore tersebut termasuk cukup tinggi. Menurut Imung Mulyanto, sohibnya sesama wartawan Surabaya Post, tim wartawan olahraga Surabaya Post merupakan tim yang solid dan tangguh. Terdiri dari lima orang, yakni : Sapto Anggoro, Hadi Wirawan (alm.), Prima, Budi Hardono dan Gokam. Sapto Anggoro, maestro dunia digital yang tak […]
Workshop Membuat Karya Film Dengan HP dan Budget Rendah di Stikosa AWS
“Membuat karya film tidak harus dengan biaya mahal, dengan biaya rendah sudah bisa membuat karya film”, begitulah motivasi yang disampaikan oleh Heru Muhammad Film Maker, selaku narasumber pemateri Workshop Film dalam rangkaian gelaran Festival Komunikasi Ramadhan, yang berlangsung di ruang Multi Media kampus Stikosa AWS, Selasa (2/4/2024). Lanjut Heru, bersama tim produksinya ia pernah membuat karya film dengan biaya nol rupiah, dengan memaksimalkan apa yang dipunyainya, mulai dari equipment atau peralatan seadanya, perencanaan, talenta para pemerannya, hingga lokasi shooting produksi film yang bagus dan menarik perhatian. “Sering kali saya ditanya dari hasil produksi film yang saya bikin, pakai kamera apa hasilnya kok bagus?. Dan jawaban saya sing nduwene opo Yo iku ae digawe (yang dipunya apa ya itu aja yang dipakai) produksi,” ujar Heru yang mengaku asli arek Suroboyo. “Dengan (peralatan) apa yang kita punya, itu kita bisa memproduksi film yang maksimal dan bagus,” tandas Heru yang juga alumni Stikosa AWS. Yang terpenting dalam memproduksi film kata film maker jebolan ISI (Institut Seni Indonesia) Yogyakarta ini, bukan kamera apa yang digunakan, tetapi bagaimana cara menuangkan ide kreatif visual menjadi produk karya visual yang menarik dan bagus. Lebih jauh Heru menceritakan kisahnya di dunia perfilman, sekitar enam tahun silam ia dapat kontak komunikasi dengan seorang profesor bernama Alejandro Emas di sebuah sekolah film di negara Peru. Profesor Alejandro memberikan pemahaman yang penting di dunia film. Yaitu tentang Story Telling Film, dimana sebuah film mampu bercerita melalui (bahasa) Gambar. Dalam hal ini bagaimana menuangkan rangkaian visualnya menceritakan pesan penting dari seorang film maker dapat dipahami secara universal, mengandung makna yang mendalam, dan memunculkan multi tafsir. Ia mengatakan, ada empat hal yang digunakan dalam membangun visual komunikasi dalam film. Yakni pertama, bagaimana cara membuat konsep film, meliputi menangkap ide cerita yang menarik untuk diungkapkan dalam sebuah film, ide cerita tersebut dapat dituangkan dalam naskah atau menulis naskah film, menyusun kerangka atau urutan cerita […]
Pertajam Menulis Berita, Stikosa AWS Menggelar Workshop Jurnalistik In-depth Reporting dan Investigasi Untuk Umum
Stikosa AWS (Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya) menggelar Festival Komunikasi Ramadhan di ruang Multi Media, selama dua hari pada Senin dan Selasa (1-2/4/2024). Di hari pertama, Stikosa AWS menggelar Workshop Jurnalistik tentang “In-depth Reporting dan Investigasi”, menghadirkan dua narasumber pemateri senior jurnalis, yakni Noor Arief Kuswandi berprofesi sebagai Senior Editor Harian Disway, dan Kukuh Setyo Wibowo yang berprofesi sebagai Jurnalis TEMPO, dan kedua narasumber juga alumni Stikosa AWS. Narasumber pemateri Noor Arif yang mengaku spesialis peliputan investigasi mengatak, profesi jurnalis pada umumnya kerap kali menghadapi resiko tinggi, terlebih lagi jurnalis yang ditugaskan meliput reporting investigation, yang jauh lebih tinggi resikonya, demi mengungkap sebuah persoalan, perkara maupun kasuistik untuk diketahui masyarakat. “Meski beresiko tinggi, tidak akan ada sebuah berita seharga nyawa. Karena setiap jurnalis juga wajib bertanggungjawab atas keselamatan nyawanya masing-masing ketika sedang bekerja,” ungkap Noor Arief yang akrab dipanggil pakde, Senin (1/4/2024). Kepada peserta workshop, Noor Arief mengaku dirinya sebagai jurnalis spesialis investigasi perkara kejahatan atau kasus kriminal, kejahatan prostitusi, Miras, peredaran Narkoba hingga kasus korupsi. Bahkan ia menyebut dirinya sebagai wartawan investigasi “aliran hitam”. Noor Arief lebih banyak bercerita tentang pengalamannya meliput investigasi dari fenomena dan lika liku dunia kejahatan secara faktual di lapangan yang berbeda-beda, untuk dipahami oleh peserta workshop. Dipenghujung pemaparannya, Noor Arief berpesan kepada para peserta workshop, terhadap setiap wartawan dalam menyajikan berita liputannya dilarang memasukkan opini wartawan dari temuan-temuan peliputan di lapangan. Kukuh Jurnalis TEMPO sebagai narasumber pemateri kedua memaparkan dalam hal ini Kukuh menjelaskan secara harafiah In-depth Reporting diartikan merupakan liputan mendalam, untuk mengetahui kejadian secara lengkap termasuk apa dibalik peristiwa tersebut, agar pembaca mendapatkan informasi yang lengkap. “Dalam berita In-depth Reporting, penentuan angle/ sudut pandang dalam pengumpulan data yang didapat dari lapangan, punya peran penting agar informasi yang diberitakannya tidak bias,” ungkap Kukuh yang juga jurnalis Majalah Penjebar Semangat, majalah mingguan berbahasa Jawa. Pengumpulan data di lapangan bersifat wajib bagi jurnalis. […]
Merajut Erat Kembali Jalinan Komunikasi, Civitas Stikosa AWS Buka Puasa Ramadhan 1445 H Bersama YPWJT dan Anak Panti Asuhan
Civitas Stikosa AWS (Sekolah Tinggi ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya) beserta Pengurus YPWJT (Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur) menggelar Buka Puasa Ramdhan 1445 H Bersama anak – anak Panti asuhan Assalafiyah Jl. Kedung Asem Surabaya, di kampus Stikosa AWS, pada Kamis (28/3/2024). Berbeda dari tahun – tahun sebelumnya diselenggarakan di Joglo Kampus, kali ini Buka Puasa bersama diselenggarakan di halaman tempat terbuka hijau kampus Stikosa AWS. Buka Puasa bersama juga dihadiri Ketua Stikosa AWS Dr. Jokhanan Kristiyono,ST.,M.Med.Kom. beserta jajaran pimpinan akademik, para mahasiswa pengurus formatur Presiden BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), Pengurus UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), Pengurus Yayasannya Stikosa AWS dan 20 anak Panti Asuhan Assalafiyah. Dalam sambutan sebelum Buka Puasa bersama, Ketua Stikosa AWS Jokhanan menyampaikan rasa rindunya aktivitas kumpul bersama akademik dengan mahasiswa dan ingin mengaktifkannya kembali aktivitas kumpul dengan membicarakan berbagai macam topik diskusi santai di ruang terbuka maupun di kantin kampus, sejak berlangsungnya Pandemi COVID-19. “Kami rindu dengan kumpul bersama seperti di tahun 2012 dan membicarakan hal-hal yang baik. Kalau dulu sebelum Pandemi, kita kumpul jagongan bersama banyak mahasiswa sampai hampir malam lepas kegiatan perkuliahan. Momen buka puasa bersama untuk bisa kita mulai lagi bisa kumpul bersama mahasiswa lagi dan semangat kumpul bersama ini kita tumbuhkan terus menerus terjadi ruang diskusi dan jalinan komunikasi antara akademik, dosen-dosen dan mahasiswa,” pinta Jokhanan. Keinginan tersebut disambut baik oleh pengurus YPWJT, yayasannya Stikosa AWS. Melalui yang mewakili sambutan pihak yayasan, Sefdin Alamsyah mengatakan situasi sejak Pandemi hingga era transformasi digital ini salah satu efek terhadap ruang komunikasi ada yang mengalami sebuah disrupsi komunikasi yang diperkirakan berlangsung tidak lama bagi mahasiswa sekarang. “Ini yang harus ditangkap secara cerdas oleh mahasiswa maupun civitas akademika yang menggeluti bidang ilmu komunikasi. Disrupsi ini tidak lama, mungkin 10 tahun ke depan akan terjadi puncak disrupsi dengan kebingungan massal. Itulah pentingnya kenapa orang-orang pemegang ilmu komunikasi tetap survive. Karena kebingungan massal yang akan terjadi di dunia […]
Ketua YPWJT Imawan Mashuri, Alumni Stikosa AWS Maestro Pendiri Media Televisi Lokal
Sosok Imawan Mashuri, SH.MH., sudah tidak asing di dunia jurnalis, khususnya bagi kalangan pertelevisian nasional. Imawan dikenal sebagai figur sang maestro perintis televisi lokal, kala itu Ia salah satu Komisaris dan Direktur Utama JTV sebagai televisi lokal pertama di Indonesia. Imawan juga berkecimpung dalam dunia pendidikan tinggi. Dua periode ini ia menjabat Ketua Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur (YPWJT). Yayasan pendiri Stikosa AWS (Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya) Prapanca, dan sejumlah sekolah, diantaranya SMP Atma Widya, SMA Atma Widya, SMK Prapanca 1 dan 2 di Surabaya. Foto : Imawan Mashuri, Ketua Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur (YPWJT). Pria berkumis tebal ini juga alumni Stikosa AWS, dan kampus komunikasi tertua di Indonesia Timur ini juga banyak melahirkan tokoh pers nasional maupun profesional Public Relation (PR)/Humas, yang mempunyai kompetensi yang menonjol di perusahaan maupun instansi pemerintahan. Mungkin tidak banyak yang tahu salah satu alumni Stikosa AWS yang menonjol ini, kelahiran Lawang-Malang pada 3 September 1961, adalah tokoh pers nasional asal Jawa Timur. Penobatannya sebagai tokoh pers itu dilakukan di gedung negara Grahadi, saat peringatan Hari Pers Nasional tahun 2019. Bahkan Imawan juga pemegang Pers Card Number One dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat. Tidak cuma itu, tahun 2011 Imawan juga mendapat penghargaan prestasi Lifetime Achievement dari Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur atas kepeloporannya mendirikan dan membesarkan beberapa TV Lokal di Indonesia. Antara lain, JTV di Surabaya, Fajar TV di Makassar serta beberapa TV lokal lain. Atas perannya tersebut, Imawan juga terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI). Menjadi wartawan sejak usia 19 tahun, sambil kuliah jurnalistik di Stikosa-AWS dan kuliah lagi mengambil ilmu Hukum di Unisma Malang dan mendapat gelar lulusan Magister Hukum terbaik, lalu mendapat kepercayaan memimpin sejumlah perusahaan media dan organisasi besar memang sesuatu banget. Jarang sekali orang yang bisa mendapat kesempatan seperti itu. Dibutuhkan daya […]
Kontributor Foto Nat Geo Menangi Lomba Foto Pemilu 2024 yang Diselenggarakan Stikosa AWS
Meski hasil rekapitulasi suara Pemilu (Pemilihan Umum) 2024 sudah diumumkan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) dan menyisakan sejumlah polemik gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK), kampus Stikosa AWS (Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya) juga mengumumkan hasil pemenang lomba foto pesta demokrasi Pemilu 2024. Lomba foto yang bertemakan “Suara Orang Muda untuk Demokrasi Indonesia” ini, diselenggarakan sejak beberapa bulan lalu di awal pelaksanaan Pemilu oleh Stikosa AWS bekerjasama dengan komunitas fotografi Matanesia. Para juri yang menyeleksi lomba foto Pemilu ini terdiri dari para fotografer profesional, antara lain : Mamuk Ismuntoro (founder Matanesia), Moch Subechi Nurcahyo (pewarta foto Harian Jawa Pos) dan Bahana Patria Gupta (pewarta foto harian Kompas). Sedangkan para pemenang lomba foto ini diantaranya sebagai berikut: Muhammad Iqbal asal Banda Aceh dengan foto bertemakan “Suara Muda Untuk Indonesia” dinyatakan sebagai pemenang Juara 1 dan berhak memperoleh hadiah uang tunai dan sejumlah penghargaan yang diberikannya. Juara 1 – Suara Muda Untuk Indonesia (muhammad Iqbal) Sedangkan untuk Juara 2 diraih Ivu Fajar Samsumar warga kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, dengan tema foto “Semangat Pemuda KPPS”, dan berhak mendapatkan uang tunai dan sejumlah penghargaan lainnya. Untuk Juara 3 diraih Akhmat Haridi asal Desa Tegal Lurung, Kec. Bulu, Temanggung, Jawa Tengah dengan tema foto “Suaraku Untuk Indonesia”, dan berhak menerima uang tunai dan sejumlah penghargaan dari panitia Stikosa AWS. Serta untuk Juara Favorit 1 diraih oleh Joko Apriyo dengan tema foto “Disabilitas Memilih”, yang menggambarkan suasana foto partisipasi pemilih warga dari penyandang disabilitas menggunakan kursi roda mencoblos di bilik suara di TPS (Tempat Pemungutan Suara). “Tentu senang dan menjadi suatu kehormatan bagi saya menjadi Juara 1 di lomba foto ini,” ujar Iqbal (43) peraih Juara 1. Ia menceritakan, pertama dapat info lomba foto ini jauh hari lalu, sejak masa kampanye berlangsung. Jadi memang cukup persiapan untuk eksplorasi momen yg ada sesuai tema. Juara 2 […]
Mencari Ibu di Pendopo Kampus Stikosa AWS
Surabaya – Mencari Ibu menjadi tema acara sharing diskusi bulanan […]
Pemenang Photography dan MC Presenter Competition
Surabaya – Penyerahan hadiah untuk pemenang Photography Competition bertema Kota […]
Dosen Stikosa AWS Pemateri Tunggal Bidang TIK di Desa Cerdas Kabupaten Tanggamus Lampung
Lampung – Mochamad Arkansyah, M.I.Kom, dosen Stikosa AWS, menjadi pemateri […]
Studi Ekskursi Rombongan Mahasiswa Universitas Sahid Surakarta ke Stikosa AWS
Surabaya – Stikosa AWS kembali mendapat kunjungan studi ekskursi dari […]
Acta Surya
AWS Radio
AWS TV
BEM
Himmarfi
KOPI
Prapala
Surabaya Muda
Teater Lingkar
Media AWS
Kehidupan Kampus
Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya menyediakan berbagai fasilitas pendukung pelaksanaan akademik di lingkungan kampus. Fasilitas tersebut terdiri atas laboratorium, sarana prasarana penunjang pembelajaran serta unit kegiatan mahasiswa. Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya juga menciptakan kebijakan yang mendukung terciptanya lulusan sarjana komunikasi yang unggul, adaptif dan inovatif.